saya terlahir dan hidup dengan keterbatasan finansial dan sangat haus akan kasih sayang.
Namun, atas kuasa Allah subhana wata'ala, kini saya masih bertahan hidup dijalan yang normal. saya masih waras atas segala yang kulakukan meski dalam keterbatasan.
Berkat Rahman & Rahim Allah, saya masih berada dalam jalan yang benar, yaitu jalan Islam yang sedang kujalani ini.
Semua ini bukan semata-mata saya berjalan sendirian dan semuanya atas kehendak saya, tapi karena Allah yang menuntun diri ini.
Kini saya diberi amanah oleh Allah untuk kuliah dan menjalani studi Ilmu Agama Islam di Universitas Negeri Jakarta dengan beasiswa, sebagai tanda syukur saya selalu ingin melakukan yang terbaik di kampus dan ikut berkontribusi dalam organisasi di kampusku.
saya ingin menimba banyak ilmu. tak hanya bidang akademik, non akademikpun saya ikuti.
dalam bidang non akademik banyak sekali cobaan yang bertubi" dalam segi finansial. Saya sangat antusias dan sangat ingin berkontribusi dalam kegiatan apaun, tapi sayang semua kegiatan selalu ada hal yang harus dibayar, dibeli dll.
bukannya tidak mau, tapi tidak mampu, kalo sudah tidak mampu dalam finansial tak bisa untuk berkontribusi. Hal ini sangat menyakitkan bagi orang seperti saya.
semoga Allah selalu lapangkan rizki dan fikiran untuk saya agar saya dapan terus menjadi yang terbaik dibidang akademik dan organisasi.
Rabu, 27 Agustus 2014
Jumat, 07 Februari 2014
akhwat sang penentu generasi penerus
assalamu'alaikum akhwat fillah :)
ini aku dengan berbagai tulisan yang semoga memotifasi akhwat semua, menjadi akhwat cerdas.
wahai akhwat, engkau adalah makhluk Allah yang paling mulia. sekuat apapun para ikhwan takkan mampu bertahan hidup tanpa seorang akhwat. selayaknya Nabi Adam. meskipun berlimpah kebahagiaan, kesempurnaan dan kecukupan beliau tak mampu bahagia tanpa akhwat. namun ketika Allah ciptakan Akhwat sebagai pasangan, teman dan pelipur lara, Nabi Adam kemudian merasakan kesempurnaan hidup yang sebenarnya.
wahai Akhwat, tanpa engkau takkan ada generasi penerus dimuka bumi ini. engkaulah harapan dunia yang melahirkan generasi baru, generasi dimana akan baik atau buruknya dunia tergantung pada engkau yang melahirkan dan mendidiknya.
engkau tak sekedar yang melahirkan, namun menjadi guru pertama yang mendidik sang generasi dalam menentukan kelanjutan hidupnya menjadi sang penerus.
jadi berbanggalah sebagai seorang Akhwat. namun, berbangga diri tidaklah pantas jika belum bisa menjadi akhwat yang sebenarnya.
yuk perbaiki diri menjadi Akwat yang sebenarnya, yaitu akhwat yang melahirkan generasi penerus yang menjadikan dunia aman, nyaman, dan penuh rahmat.
semoga bermanfaat :)
wassalam ...
Langganan:
Postingan (Atom)