Pandangan Islam Terhadap Pendidikan
Oleh :
Maria Ulfa
Islam adalah Sebuah agama yang sempurna dimana kehadirannya adalah
Rahmat bagi seluruh alam, datangnya Agama Islam diperkenalkan oleh Allah
melalui RasulnNya Nabi Muhammad saw beserta kitabNya Al-Qur’an. Islam datang
untuk memberikan pengajaran dan ilmu agar manusia mengetahui baik, buruk,
sejarah, halal, haram, kesehatan, Ilmu Pengetahuan Alam, Ilmu pengetahuan
sosial, kekeluargaan, etika, norma dan masih banyak lagi untuk kehidupan
manusia, untuk keselamatan manusia dan sebagai tanda kebesaran Allah SWT. Segala
kehidupan telah diatur oleh islam melalui Kitab dan RasullNya. Bagaimana kita
mengetahui ilmu yang ada didalam islam tersebut? Tentu saja melalui pendidikan.
Pendidikan adalah proses belajar seseorang dalam memperoeh ilmu,
dengan ilmu tersebut dapat merubah pemikiran, perilaku, karakter bahkan
peradaban manusia. Perubahan peradaban manusia telah terbukti ketika Islam
berada pada puncak kejayaan ditandai dengan pemikiran yang sudah mapan, adanya
perpustakaan dan banyak penemuan-penemuan dalam berbagai bidang. Islam saat itu
berjaya dan mampu mengubah peradaban dunia karena salah satunya pengaruh dari
berkembang pesatnya pendidikan.
Menurut pandangan islam pendidikan adalah kewajiban, oleh karenanya
banyak ayat maupun hadits yang menjelaskan pentingnya mencari ilmu. Seperti
Hadits “Kewajiban Mencari Ilmu”
Artinya : ”Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim
laki-laki maupun muslim perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr).
Turunnya Al-Qur’an yang pertama kali adalah tentang perintah
membaca yang terdapat dalam Q.s. Al-Alaq.
Artinya : Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Maka
jelas dalam islam mencari ilmu merupakan hal yang wajib dan utama.
Kemudian dalam Q.s Al-mujadilah menjelaskan tentang derajat orang
yang berilmu,
Artinya: Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu:
"Berlapang-lapanglah dalam majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah
akan memberi kelapangan untukmu. Dan apabila dikatakan: "Berdirilah
kamu", maka berdirilah, niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang
beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa
derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
Dan dalam Q.s. at-taubah
menjelaskan tentang anjuran memperdalam
ilmu agama.
Artinya : Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke
medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka
beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk
memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya,
supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.
Dalam surat tersebut menjelaskan anjuran memperdalam ilmu atau
pengetahuan tentang agama untuk memberi peringatan dan untuk menjaga diri.
Menjaga diri tersebut bisa diartikan bahwa dengan memiliki ilmu agama maka kita
dapat menjaga keimanan kita, sehingga tidak terpengaruh dengan ajaran yang lain
dan tidak pula menjadikan kita kafir. Dalam islam mencari Ilmu yang bersifat
fardhu ‘ain dan Fardhu kifayah merupakan kewajiban bagi setiap muslim.
Betapa pentingnya ilmu bagi kehidupan dunia dan Akhiran
smapai-sampai terdapat hadis yang mengatakan
مَنْ أَرَا دَالدُّنْيَا
فَعَلَيْهِ بِا لْعِلْمِ، وَمَنْ أَرَادَالْاآخِرَةَ فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ، وَمَنْ
أَرَادَهُمَا فَعَلَيْهِ بِالْعِلْمِ
Artinya : ”Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib
baginya memiliki ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat,
maka wajib baginya memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka
wajib baginya memiliki ilmu”. (HR. Turmudzi). Hadits ini menjelaskan kepada
kita bahwa dengan ilmu kita bisa bahagia di dunia maupun akhirat. Namun
sebenarnya hal ini tergantung dari siapa yang memberi ilmu dan ilmu apa yang
diajarkan. Karena dengan ilmu jugalah manusia bisa tersesat dan terjerumus
kedalam kesengsaraan.
Oleh sebab itu pendidikan yang utama adalah Pendidikan Agama Islam
seperti yang sudah dijelaskan dalam Q.s. At-Taubah, hal ini untuk membentengi
seseorang dalam memperoleh ilmu-ilmu yang lain. Karena saat seseorang
terbentengi hati dan fikirannya oleh keyakinan dan ajaran islam, kemudian ia
memperoleh ilmu maka semakin yakin dirinya pada kebesaran Allah, saat ia
mempelajari ilmu-ilmu filsafat maupun ajaran-ajaran dari agama lain maka ia
tidak terpengaruh. Seseorang yang sudah tertanam dihatinya ajaran Islam
kemudian diamalkan maka ia akan memiliki etika dan moral yang baik, jujur, adil
dan memiliki sifat-sifat yang baik sesuai
dengan ajaran Rasulullah dan inilah yang diharapkan pula oleh islam, yakni mencetak
masyarakat yang madani. Oleh karenanya pula mata pelajaran Agama Islam selalu hadir
disetiap jenjang pendidikan, dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi.
Pandangan Islam terhadap pendidikan sangat penting oleh karenanya
dalam proses pendidikan baik formal maupun non formal harus disasarkan kepada
nilai-nilai Islam didalamnya, karena salah satu fungsi dari pendidikan adalah
untuk mencetak generasi penerus bangsa, namun pendidikan yang ada saat ini lebih
mementingkan pada nilai kognitifnya saja sehingga banyak sekali orang-orang
yang cerdas di indonesia namun tidak memiliki dasar keimanan yang baik, sehingga
ketika seseorang menjabat dalam pemerintahan banyak melakukan penyimpangan
seperti koruspi, memiliki banyak selir dll.
Begitupun para pelaku pendidikan memiliki etika, moral dan
pemikiran yang buruk. Mislanya : para pelajar tawuran, pelajar putus sekolah
karena hamil diluar nikah, seks bebas, guru/dosen melakukan pelecehan seksual
terhadap siswa, memunculkan paham atau aliran – aliran baru yang menyesatkan,
kurangnya sopan santun dan masih banyak lagi. Tentu hal ini akan merusak moral
generasi muda serta merusak bangsa dan negara. Orang-orang pintar dan cerdas sangat
banyak di Indonesia namun kecerdasannya bisa membuat kehancuran bagi negara
ini.
Islam berpedoman kepada Al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah yang
didalamnya terdapat banyak pengajaran baik ilmu pengetahuan alam, ilmu
pengetahuan sosial, etika dan moral yang semuanya saling berkesinambungan
sehingga mampu membuat pribadi manusia yang cerdas, baik dalam hal kognitif
maupun psikomotorik. Inilah yang harus diterapkan dalam dunia pendidikan masa
kini, mengingat betapa pendidikan memiliki pengaruh besar terhadap peradaban
manusia.
Dalam pendidikan di Indonesia sendiri belum mampu menyeimbangkan antara
ilmu pengetahuan, moral, etika dan agama untuk saling dikaitkan dalam proses
pembelajaran dengan tujuan agar peserta didik memiliki pengetahuan yang luas,
akhlak yang baik serta diaplikasikan ilmu tersebut dengan baik yang sesuai
dengan ajaran islam, bahkan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang ada di
bangku sekolah dasar sampai jenjang perguruan tinggi tidak memiliki pengaruh
besar terhadap para pelajar untuk memiliki akhlak yang baik, keimanan yang kuat
yang mampu membentengi diri mereka dari hal-hal yang merugikan seperti sexs
bebas, narkoba, dan kenakalan remaja lainnya dan juga mengikuti aliran-aliran
sesat, yang tentu saja akan berpengaruh terhadap perkembangan zaman karena jam
mata pelajaran PAI yang sedikit dan dipandang tidak begitu penting oleh peserta
didik.
Untuk terciptanya keseimbangan antara ilmu pengetahuan, etika, moral
dan agama maka perlu adanya suatu wadah pendidikan non formal berupa bimbingan
yang berkelanjutan untuk menjaga keimanan serta akhlak yang baik dan membuat
peradaban manusia yang madani, pendidikan non formal ini dampaknya lebih terasa
karena peserta peserta didik diberi ilmu dan terus dibimbing dalam pelaksanaan
ilmu tersebut. Peserta didik diberi pencerdasan tentang apa yang mereka
butuhkan sehingga tidak terpaku pada materi yang sudah ditetapkan seperti
halnya pelajaran-pelajaran formal.
Oleh karenanya sekolah dan perguruan harus memiliki program
mentoring atau bimbingan keimanan bagi muslim dan muslimah yang disetujui pula
oleh pemerintah. Mentoring adalah ngajinya para pelajar dimana peserta
mentoring akan dibentuk kelompok, setiap kelompok terdiri atas 3-10 orang
laki-laki atau perempuan, dengan dibimbing oleh seorang pembina. peserta terus
diberi ilmu baik keislaman, pengetahuan umum maupun keadaan masa kini. Namun
mentoring ini lebih fokus kepada pendidikan keislaman yang menumbuhkan karakter
islami, berfikir islami dan melakukan segala aktivitas sesuai dengan apa yang
diajarkan oleh Islam dan tentunya para peserta terus dibimbing tanpa batasan
waktu, sehingga para peserta mentoring lebih merasakan dampak dari mentoring
tersebut.
Dengan Mentoring bukan hanya ilmu yang didapat tapi juga pergaulan
yang islami. Kegiatan ini menjadi salah satu metode pendekatan pembinaan agama
dan moral yang efektif, karena cara dan bentuk pengajarannya yang berbeda
dengan pendidikan agama secara formal disekolah. Di beberapa sekolah kegiatan
ini terbukti dapat mencegah tawuran antar pelajar dan kenakalan remaja dan
dengan mentoring sekolah menjadi terasa lebih islami. dengan begitu mentoring
adalah salah satu solusi untuk remaja islam dalam membentengi diri mereka dari
pengaruh-pengaruh keadaan masa kini, baik dalam bentuk elektronik maupun
buku-buku yang dipelajari disekolah formal.
pandangan islam terhadap pendidikan menjadi prioritas utama baik
untuk memperkokoh umat Islam maupun dalam berdakwah, Islam tidak menginginkan
umatnya terlena dengan semua yang ditawarkan oleh kemoderenan peradaban saat
ini, sehingga Islam akan semakin terpuruk dan terbelakang. Oleh karenanya Islam
memanadang betapa pentingnya ilmu bagi umat islam dan terhormatnya orang yang
mencari ilmu, hal ini disampaikan dalam Al-qur’an maupun Hadits seperti yang sudah
kita ketahui di awal pembahasan.
Dengan pendidikan mampu mengubah akhlak manusia yang berimplikasi
kepada peradaban manusia maupun umat islam itu sendiri, maka dalam proses
pendidikan baik formal maupun non formal harus berlandaskan pada ajaran Agama
Islam dan dalam kegiatan apapun deselipkan ajaran islamnya agar peserta didik
semakin kuat iman, ilmu serta dapat mengamalkan ilmu dengan sebaik mungkin
sehingga terwujudlah peradaban yang islami dengan dibarengi ilmu-ilmu yang
mumpuni serta teknologi canggih.
Pendidikan formal lebih banyak diajarkan kepada peserta didik
dibandingkan agama, sehingga yang dikhawatirkan adalah penyelewengan dalam
menerapkan ilmu yang ia dapatkan. Adanya pendidikan agama islam diranah formal
hanya memiliki sedikit pengaruh terhadap akhlak peserta didik, maka diperlukan
program mentoring untuk menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan dunia dan ilmu
pengetahuan agama sehingga peserta didik dapat menerapkan ilmu yang didapat
dengan baik.
Bagus... jempol
BalasHapussangat menginspirasi,syukron:)
BalasHapusYa memang benar karena sekarang adanya cuma ilmu duniawi yang lebih di pentingkan daripada ilmu Islam
BalasHapusMemang terbaik
BalasHapusKan mencari ilmu wajib ya,, yang di maksud mencari ilmu yang bagai mana
BalasHapus