BUDHA
Disusun Oleh :
Maria Ulfa
Ilmu Agama Islam
Universitas Negeri Jakarta
A.
Sejarah
Agama Budhalahirpadaabad ke-6 SMdi India . Pencetusnya adalahseorangksatriabernamaSiddharta Gautama.
Siddharta Gautama Dilahirkanpadatahun 563 SM di
kerajaankapilawastu, Taman Lumbini, India, bagian timur laut.Salah Seorang
intelektual terbesar dan pusat spiritual dunia.Ayahnyaseorang raja
bernamaSuddhudana danibunyabernamaDewiKlaya. Saat 16th,
SidhartaberistrikanYashodaradanpunyaseoranganak.
HidupmewahdalamistanatidakdapatmembahagiakannyasehinggaSidhartamulaimencarijalannyasendiri.
Setelahbeberapa lama bertapadibawahpohonsemacamberingin yang
disebutbodhi (=kesadaran/keinsyafan),
Sidhartamelihatjalan yang harusditempuhuntukmencapaikelepasan.
Sidhartamengajarkanpahamnyapertama kali di
dalam Taman rusa di Benares.
Iamengembarasebagairahibsambilmenyebarkanajarannya. Akhirnya,
saathendakkembaliketempatkelahirannya, iatiba-tibajatuhsakit, dan
meninggaldalamusia 80 tahun. Tubuhnyadibakardanabunyadibagikankepada
raja yang memelukagamanya.
Agama
inimunculdariperpaduanberbagaikebudayaansepertikebudayaanhelinistik(Yunani),kebudayaan
Asia Tengah, Asia Timur, dan Asia Tenggara. Agama ini juga
munculkarenaadanyareaksiterhadaphadirnya agama Hindu yang muncullebihawal.
Agama Budhamencapai masa kejayaan di zaman
pemerintahan Raja Ashoka (273-232 SM) yang menetapkan agama Budhasebagai agama
resminegara. Padazama raja Ashokabanyakdibangunbangunan-bangunan yang
sangatberhargabagi Agama Budhaseperti stupa dantugu-tugu yang
terkenaldengansebutanTiang-TiangAshoka.
B.
Masuknya Agama
Budha ke Indonesia
Kedatangan agama Buddha di
Indonesia berdasarkan padacatatan Fa Hien, seorangmisionaris BuddhaasalCina,
sekitartahun 423 M, agama Buddhamulaiberkembangdipulaujawa. Agama ini pernah berkembang pesat dan menjadi bagian kehidupan
masyarakat Indonesia terutama pada masa kejayaan Sriwijaya.
Pemikiran-pemikiran dalam agama Buddha banyak berpengaruh pada
banyak hal dalam kehidupan masyarakat Indonesia seperti seni patung, sastra,
filsafat, dan kerohanian. Termasuk peninggalan-peninggalan arsitektural yang
masih dapat dilihat sebagai bukti masa keemasan agama Buddha yaitu candi,
seperti candi Borobudur,
candi Mendut, candi Pawon, dan lain-lain.
Perkembangan agama Buddha di Indonesia secara
umum dipengaruhi oleh dua “kiblat” agama
Buddha yaitu agama Buddha “awal” yang masuk pada masa kerajaan dan “chinese
buddhisme” sebagai gelombang akhir, yang dibawa oleh imigran dari Cina masuk ke Indonesia.
C.
Jenis Buddhisme
1.
Theravada
Buddhisme Theravada dijalankan di
Sri Langka, Myanmar (sebelumnya bernama Burma), Thailand, dan tempat
lain di Asia Tenggara .Theravada artinya “kendaraan kecil”. Ajarannya
didasarkan pada kitab suci yang disebut Pali Canon.
2.
Mahayana
Buddhisme Mahayana dapat dijumpai di Jepang, Korea, Cina, Tibet,
Mongolia dan Nepal.Mahayana artinya “kendaraan besar”. Dan percaya bahwa pernah
ada buddha, ada buddha, dan akan ada banyak buddha lainnya.
D.
Kitab Suci
Kitab Suci agama Budha adalah Tripitaka, yang didalamnya mengandung
3 ajaran yakni :
1.
Sutta Pitaka
Sutra (bahasa Sansakerta) atau Sutta (bahasa Pali) mempunyai arti
sederhana yaitu ‘benang’. Benang adalah tali halus yang dipintal dari kapas
atau sutera, yang gunanya untuk menjahit atau merangkai sesuatu. Setiap khotbah
Hyang Buddha seperti kata-kata yang dirangkai menjadi satu dengan indah dan
satu sama lain tidak dapat dipisahkan, tidak acak-acakan serta tidak saling
bertentangan, oleh sebab itu khotbah Hyang Buddha disebut sutra. Sutra-sutra
itu dikumpulkan dan disusun menjadi satu disebut Sutra Pitaka.
Sutra Pittaka
sendiri berisi dharma (dalam bahasa Pali: dhamma) atau ajaran Buddha kepada
muridnya. Kitab Sutra Pitaka juga memuat uraian-uraian tentang cara hidup yang
berguna bagi para
bhikku atau biksu dan pengikut yang lain.
2.
Vinaya Pitaka
VinayaPittakaberisiperaturan-peraturanuntukmengaturtatatertib
sangha ataujemaat, kehidupansehari-hari para biksuataubhikkuataurahib ,
dansebagainya. Selainitu, kitabsuciVinayaPitakaini juga
berisiperaturan-peraturanbagi para BhikkudanBhikkuni.
3.
Abbidharma Pitaka
VinayaPittakaberisiperaturan-peraturanuntukmengaturtatatertib
sangha ataujemaat, kehidupansehari-hari para biksuataubhikkuataurahib ,
dansebagainya. Selainitu, kitabsuciVinayaPitakaini juga
berisiperaturan-peraturanbagi para BhikkudanBhikkuni.
E.
Pokok – Pokok
Ajaran Agama Buddha
1.
Tigapermata(TiratanaatauTriratna
(Pali)
2.
Empat kebenaranMuliadanJalanUtamaBerunsurDelapan
3.
TigaCorakUmum
4.
HukumPerilaku
(Karma) danTumimbalLahir
5.
HukumSebab-Musabab
yang salingBerkaitan
6.
KebebasanPenderitaan
F.
Tiga Permata
1.
Buddha
- Dhamma
- Sangha
G.
Syahadat Agama
Budha
Dalamsyahadat agama Buddha yang
disebutdenganTriratna, berbunyi:
1. BudhamsaranamGacchami= akuberlindungkepadaBudha
2. DhammamSaranamGacchami= akuberlindungkepada Dharma (hukum/aturan)
3. SanghamsaranamGacchami = akuberlindungkepada Sangha (biara,
pendeta)
H.
Ajaran Dhamma
1.
Dukha
2.
Samusdya
3.
Margha
4.
Nirodha
I.
Ajaran Sangha
Pengikut agama buddha
dibagimenjadiduabagian, yaitu para Bhiksuatau para rahibdan para kaumawam.
Selanjutnyauntukmenegakkan Dharma, makapengikutpengikut Buddha padaumumnya
(orang awam) wajibmenjauhilarangan-larangansebagaiberikut:
1.
Dilarangmelakukanpembunuhanterhadapsesamamakhluk
(peperangandansebagainya)
2.
Dilarangmencuri,
merapok, dansebagainya
3.
Dilarangmelakukanperbuatancabul,
perzinahan
4.
Dilarangberdusta/menipu
orang lain
5.
Dilarangminum-minuman
yang memabukkan.
Kewajiban Anggota Sangha
1.
Dilarangmakankecualipadawaktu
yang ditentukan
2.
Dilarangmendatangitempat-tempathiburan,
maksiat
3.
Dilarangbersolek,
menghiasdiri
4.
Dilarangtidurditempatmewah
5.
Dilarangmenerimasuap.
J.
EmpatKebenaran Mulia
1.
Esensihidupadalahpenderitaan
2.
Sebabpenderitaanadalahnafsukeinginan
3.
Akhirpenderitaandisebabkanpadamnyanafsu keinginan
4.
Jalanuntukmengakhiripenderitaanadalahjalanutamaberunsurdelapan
K.
Jalan Utama
Berunsur Delapan
1.
Mengerti empat
kebenaran mulia
- Berpikir yang benar
- Berbicara yang benar
- Berbuat yang benar
- Mata pencaharian yangbear
- Usaha yang benar
- Perhatianyang benar
- Konsentrasiyang benar
L.
3 Corak Umum
1.
Ketidak-kekalansegalasesuatu
yang terjadidarperpaduan.
2.
Kelangsunganterus-menerus
(proses) segalasesuatu yang terjadidariperpaduan.
3.
Ketanpa-intiansegalasesuatu
yang ada.
M.
Hukum Perilaku
(karma) danTumimbalLahir
Hukumperilakuinimemberikanpengertiankepadamanusiatentangprinsipberperilaku,
seperti kata-kata Buddha: “Sesuaidenganbenih yang telahditanam, begitulahbuah
yang akandipetiknya. Ia yang berbuatbaikakanmenerimaakibatkebahagiaan, dania
yang berbuatjahatakanmenerimaakibatpenderitaan”.
PerihalTumimbalLahir, ajaran Buddha menyatakanbahwahidupinimrupakan
proses berkesinambungandarihidup yang lampau, hidupsekarang, danhidup yang
akandatang.
Kesinambungandanketerikatanhidupiniberlangsungterusmeneruskarenaadanya
“dayahidup” yang berupa “akibatperilaku” danperilaku-perilakumanusia yang
telahdilakukannya. Apabilamanusiatidakmemiliki “dayahidup” lagimakaiadikatakanmencapaikebebasandarihidup.
N.
HukumSebab-Musabab yang salingBerkaitan
Hukuminimejelaskantentangterjadinyasesuatu yang “ada”
disebabkanolehsebab-sebabataubanyaksebab yang salingberkaitan. Yang “ada” merupakansuatu “ada”
ditengah-tengah “ada-ada” yang banyakbanyak.
Olehkarenaitubisadiakatakanbahwasegalasesuatuberlangsungterusmenjadi.
Hukuminimenjelaskanbahwatidakadasesuatu yang sudah final atauselesai:
semuanyaserbamenjadi, danmenjadibaru lagiterus-menerus.
Itulahhukumkeberadaandankelangsungan yang berada di sunia. Budhamenyatakan :
”Denganadanyaini, adalahitu; dengantimbulnyaini, timbullahitu.
Dengantidakadanyaini, tidakadalahitu; denganlenyapnyaini, lenyapnyaitu”.
O.
Kebebasab
Penderitaan
Nibbanaseringdipahamikeliru, sebabdipersamakandengansurga. Nibanaadalahkeadaaantidakadakehidupanlagi,
sehinggatidakadakelahiran, tidakadausaiatua, tidakadasakit,
dantidakadakematianlagi.
OlehkarenaituNibbanadalahkeadaanakhirderitaataukebebasanpenderitaan.
NibbanaadalahkebebasanpenderitanmaupunkebahagiaanIahanyadapatdirealisasikandandiketahuiolehmasing-masingmanusiadalampencapaiannya.
Ajaran Buddha juga menyampaikan adanya surga, yang merupakan alam
kehidupan makhluk-makhluk yang sedang menikmati akibat perilaku baik yang
dilakukannya. Tetapibukantujuanakhir
agama Budha, tujuannyadalahmencapaiNibbana.
P.
Ibadat
Ada tiga persembahan pokok yang dapat dipersembahkan:
·
Persembahan
bunga sebagai peringatan akan kehidupan yang tidak kekal
·
Persembahan
lilin untuk kegelapan
·
Persembahan
dupa sebagai peringatan akan keabadian harumnya ajaran Buddha
Doa seorang Buddha
Aku persembahkan bunga ini untuk Buddha, dan semoga melalui
harumnya bunga ini terjadilah pembebasan. Bahkan kalaupun bungan ini layu
demikianlah tubuhku akan hancur. Kepada dia yang tubuh dan wajahnya harum,
harum oleh wanginya keabadian, kepada Buddha aku persembahkan dupa yang harum
ini.
Q.
Doa dan
Meditasi
Umat Buddha menggunakan tasbih (male) untuk membantu mereka
berdoa. Male bisa mempunyai 108, 54, 27 manik-manik yang dibuat dari
biji-bijian, kayu atau plastik. Umat Buddha menggunakan manik-manik itu untuk
menghitung jumlah berapa kali mereka bersujud serta untuk menambah konsentrasi.
Dengan setiap manik-manik, suatu mantra diucapkan, atau nama seorang Buddha
atau Bodhisatva didaraskan. Mantra yang paling agung – Om mani padme
hum – dikenal sebagai “permata dalam bunga teratai” karena dianggap
mencakup intisari ajaran Buddha.
Meditasi dibagi 2 :
·
Samatha
dilakukan untuk menciptakan perkembangan pikiran dan ketenangan batin yang
sejati
·
Vipassana
dilakukan untuk memberikan pemahaman mendalam akan kebenaran terhadap hal-hal
yang dapat berubah-ubah (anicca), penderitaan (dukkha), dan ketidakabadian jiwa (anatman).
R.
Konsep
Ketuhanan Agama Budha
Dalam ajaran Agama Budha, Sang Budha bukanlah Tuhan dalam agama
Budha yang bersifat Non Teis (yakni, pada umumnya tidak mengajarkan keberadaan
Tuhan Sang Pencipta, Sang Budha adalah pembimbing guru penunjuk jalan menuju
Nirwana.
Dalam agama
BudhaasalmuasaldanpenciptaanalamsemestabukanberasaldariTuhan,
melainkankarenahukumsebabdanakibat yang telahdisamarkanolehwaktu. Dalam agama
Budha tidak ada makhluk sakti yang menjadi pencipta segalanya, Budha Gautama
menyatakan bahwa pemikiran kitalah yang menjadikan dunia ini. Sang Budha
menganggap buah pikiran sebagai pencipta.
Perlu ditekankan bahwa Budha bukan Tuhan, konsep keTuhanan dalam
agama budha berbeda dengan agama samawi dimana alam semesta diciptakan
Tuhan dan tujuan akhir hidup manusia adalah kembali kesurga.
Di dalam agama Buddha tujuan akhir hidup manusia adalah mencapai
kebuddhaan (anuttara samyak sambodhi) atau pencerahan sejati dimana satu
makhluk tidak perlu lagi mengalami proses tumimbal lahir.
Untukmencapaiitupertolongandanbantuanpihak lain tidakadapengaruhnya.
Tidakadadewa - dewi yang dapatmembantu, hanyadenganusahasendirilahkebuddhaandapatdicapai.
Buddha hanyamerupakancontoh, jurupandu, dan guru bagimakhluk yang
perlumelaluijalanmerekasendiri, mencapaipencerahanrohani,
danmelihatkebenaran&realitassebenar-benarnya.
S.
Hari Raya
Agama Budhamengenal4harirayakeagamaandalamsatutahun.
Keempatnyaantaralain :
1.
Waisak = peringatankelahiran Sang Budha,
haripenerangansempurnabagi Sang Budha, danhariwafatnya Sang Budha
2.
Kathina.
3.
Asadha.
4.
Magha Puja.
T.
Qurban dalam
Agama Budha
Buddha tidak menyetujui pengorbanan hewan karena memandangnya
sebagai hal yang kejam dan tidak adil bagi siapa pun yang merusak kehidupan
makhluk lain demi keuntungan diri sendiri. Hal yang kejam karena dilakukan
dengan cara menyakiti dan dipaksa, tidak adil karena kehidupan yang dirampas
makhluk lain yang harus mengakhiri kehidupan di dunia apalagi melakukan
pembunuhan dengan maksud untuk kepentingan diri sendiri. Dalam tradisi
masyarakat melakukan upacara pengorbana tidak disalahkan dalam agama Buddha,
jika ingin menjalankan dhamma ataupun tidak menjalankan dhamma yang menerima
akibat adalah diri sendiri.
DAFTAR PUSTAKA
Soeprapto, F.A. Agama-Agama Dunia. (Yogyakarta: Kanisius, 2014). Hal. 66-85
Djam’annuri. 2000. Agama Kita
(PerspektifSejarah Agama-agama, SebuahPengantar). KurniaKalamSemesta:
Yogyakarta
Bashori, Mulyono.2010. IlmuPerbandingan
Agama.PustakaSayidSabiq: JawaBarat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar