Senin, 30 Mei 2016

Agama Hindu

Agama Hindu
Oleh :

Maria Ulfa
Universitas Negeri Jakarta


A.   Asal Kata Hindu
·         Awal mula kata Hindu adalah Sanatanadharma kemudian berubah menjadi kata hindu yang berakar dari kata sindhu (bahasa sanskerta), hal ini di karenakan sungai sindhu yang berada di india selatan sangat kental dengan ajaran Wedha .
·         Kata shindu berawal dari hindu dalam reg weda, bangsa Arya menyebut wilayah mereka sebagai sapta sindhu (wilayah dengan tujuh sungai di barat daya anak benua india, yang salah satu sungai tersebut bernama sungai indus).
·         Pada awalnya kata hindu merujuk pada masyarakat yang hidup di wilayah sungai sindhu. Sindhu  artinyagelombangbesardankemudianberubahmenjadihindu yang menurutbahasasanshekerta, hinartinyahimsya (membunuhataukekerasan) sedangkan du artinyamenjauhi. Jadimenurutistilahhinduadalahmenjauhikekerasanataupembunuhan
B.     Sejarah
·         Hinduisme muncul sekitar abad 1800 SM di India, tetapi dasar berdirinya tidak pasti. Riwayat yang diketahui paling dini terdapatpada peradaban Lembah Sungai Indus.
·         Agama Hindu agama yang berasal dari anak benua India. Agama ini merupakan lanjutan dari Agama Weda (Brahmanisme) yang merupakan kepercayaan dari Indo-Iran (Arya).
·         Agama Hindu merupakan agama Tuhan yang di sampaikan kepada maha Rsi (para penerima wahyu)
·         Dalamsejarah agama Hindu di bagimenjadi 3 periode :
  1. Perkembangan Agama Hindu di India pada Zaman Veda (6500 – 2000 SM)
  1. Perkembangan Agama Hindu di India pada Zaman Brahmana (2000 – 1500 SM)
  1. Perkembangan Agama Hindu di India  pada Zaman Unpanisad (1500 – 500 SM)
C.    Sejarah Masuknya Agama Hindu Ke Indonesia
Agama Hindu masuk ke Indonesia diperkirakan pada awal Tarikh Masehi, dibawa oleh para musafir dari Imdia antara lain: Resi Agastya yang di Jawa terkenal dengan sebutan Batara Guru atau Dwipayana dan juga para Musafir dari Tiongkok yakni musafir Budha Pahyien. Kedua tokoh besar ini mengadakan perjalanan keliling Nusantara menyebarkan Dharma.
Agama Hindu di Indonesia dipraktikan oleh 3% dari total populasi Indonesia, dengan 83,46% di Bali dan 37% di Sulawesi Tengah menurut Sensus Penduduk Indonesia 2010. Setiap warga negara Indonesia wajib menjadi anggota terdaftar dari salah satu komunitas agama yang diakui pemerintah Indonesia (Islam, Protestan, Katolik, Budha, Hindu dan Konghucu). Penduduk asli Kepulauan Nusantara mempraktikan agama asli animisme dan dinamisme, keyakinan yang umum bagi orang-orang Austronesia. Pribumi Nusantara menghormati dan memuja roh leluhur, mereka juga meyakini bahwa sukma dapat menghuni tempat-tempat tertentu seperti pohon-pohon besar, batu, hutan, pegunungan, atau tempat suci. Entitas tak terlihat yang memiliki kekuatan supernatural ini diidentifikasikan oleh suku Jawa tradisional dan suku Bali sebagai “hyang” serta oleh suku Dayak sebagai “sangiang” yang dapat berarti “ilahi” atau “leluhur”. Dalam bahasa Indonesia modern, “hyang” cenderung dikaitkan dengan Tuhan, terlebih setelah era Orde Baru.
Pengaruh agama Hindu mencapai Kepulauan Nusantara sejak abad pertama. Ada beberapa teori tentang bagaimana Hindu mencapai Nusantara. Teori Vaishya adalah bahwa perkawinan terjadi antara pedagang Hindustan dan penduduk asli Nusantara. Teori lain (Kshatriya) berpendapat bahwa para prajurit yang kalah perang dari Hindustan menemukan tempat pelipur lara di Nusantara. Ketiga, teori para Brahman mengambil sudut pandang yang lebih tradisional, bahwa misionalis menyebarkan agama Hindu  ke pulau-pulau di Nusantara. Terakhir, teori oleh nasionalis (Bhumiputra) bahwa para pribumi Nusantara memilih sendiri kepercayaan tersebut setelah perjalanan ke Hindustan. Pada abad ke-4, kerajaan Kutai di Kalimantan Timur, Tarumanagara di Jawa Barat, Kalingga di Jawa Tengaah, termasuk diantara Kerajaan Hindu awal yang didirikan di wilayah Nusantara.
D.    Sistem Kasta
Menuruttradisi Hindu, ada 4 warna yang diciptakanoleh Brahman, yang mempunyaikuasauntukmenciptakanmanusiapertama, Perusha. Akhirnya, Perushadikurbankandandiambilahempatwarnadaritubuhnya:
v  WarnaTertinggi (Putih) – Kasta Brahmana – berasaldarimulutPerusha. Yang termasukKasta Brahmana adalah para pendeta agama Hindu
v  WarnaKedua (Merah) – KastaKsatria – berasaldarilenganPerusha. Kastainitelahmembentuk para prajuritdanPenguasa India.
v  WarnaKetiga (Kuning) – KastaWaisya – berasaldaripahaPerushadanmembentukpusat-pusatkehidupanekonomidansosialnegara, sepertipetanidanpebisnis.
v  WarnaKeempat (Hitam) – Kasta Sudra – Berasaldari Kaki Perusha, yang melayanibagianbadan yang lain. Kastainimembentuk para Pekerja, yang memberikanpelayanandasarkepada orang lain
E.     Kitab Suci
Kitab Suci Agama Hindu dibagi menjadi 2 bagian, yaitu kitab-kitab Shrutidan Smriti.
·         Shruti
Berisi pujian-pujian kuno dari kitab Veda, 1028 puisi dari kitab Rig Veda, dan 120 percakapan antara guru dan murid dari kitab Upanishad (bag. Terakhir dari kitab veda).
·         Smriti
Adalah kitab2 tentang asal usul manusia. Didalamnya memuat kitab “ramayana” yang berisi 48.000 baris puisi, dan kitab mahabrata yang berisi puisi dalam 100.000 ayat.
WedaSmirtimerupakantafsirdariWedaShurti, di susundenganmaksudmempermudahmempelajarinya, terdiridariduakelompokyaitu :
v  Wedanga
v  Upaweda
F.     Ajaran Pokok Agama Hindu
Ajaranpokok agama hindu di bagikedalam 5 bagian yang disebutPancaSradhayaitu :
1.      PercayakepadaTuhan yang Esa (Brahman/HyangWidhi)
2.      Percayaadanya Atman
3.      Percayaadanyahukum karma phala
4.      PercayaadanyaPunarbhawa (reinkarnasi/samsara)
5.      Percayaadanyamoksa

G.    Jalan Keselamatan
Ada Empatjalanreligiusataucarauntukmenemukankeselamatanpribadi. Terserahpadasetiap orang untukmemilihjalan yang mana yang iaambil, meskipunbeberapadiantaranyalebihsulitdaripada yang lain.
Keempat jalan untuk keselamatan pribadi di dalam Hindu adalah sarana yang dapat di gunakan oleh orang untuk menemukan pembebasan akhir dari lingkaran lahir, hidup, dan mati yang tampaknya tak ada habisnya:
1.      Jalan Bhakti
2.      Jalan Karma
3.      JalanJnana
4.      Jalan Yoga

H.    Konsep Tentang Tuhan
·         Konsep Monoteisme
Didalam Hinduisme hanya ada satu tuhan yang dipuja yang disebut dengan “Brahman”, yang menggunakan banyak wujud yang dapat dilihat. Untuk lebih mengenal karakter Brahman, hinduisme merefleksikannya dalam bentuk dewa dewi.
Brahman mempunyai tiga sifat utama yang dikenal dengan istilah trimurti – Brahma, Vishnu, dan Shiva.
      Didalam hinduisme terdapat beberapa avatar yang merupakan penjelmaan dari Vishnu yang turun kedunia, diantaranya Krishna (Dewa sapi), Hanuman (Dewa monyet), Rama, dan Ganesha (Dewa gajah). 
·         Konseppanteisme
DalamUpanisad, konseppanteismeterdapatdalampandanganbahwaTuhantidakmemilikiwujudtertentumaupuntempattertentu, melainkanTuhanberadadanmenyatupadasetiapciptaan-Nya, danterdapatdalamsetiapbendaapapun. KonseppanteismedisebutdenganistilahWyapiWyapaka.
UpanisadmenyebutkanbahwaTuhanmemenuhialamsemestatanpawujudtertentu, tidakberada di surgaatauduniatertinggimelainkanadapadasetiapciptaan-Nya.

·         KonsepTotemisme
Konseptotemismeterdapatdalampengkultusansapi. Sapidianggapbinatangsuci orang Hindu. Terdapatlaranganmembunuhsapikarenasapiadalahibuseluruhdunia (Darmayasa, 2008:22).
Sapidikatakanibuseluruhduniakarenasapimampumenghidupiduniaini, segala yang adadalamsapidalamdigunakan. SapijugawahanaataukendaraandewaSiwa yang bernamaNandin.
I.       Cara Menyembah Tuhan
Hinduisme memberikan tiga cara dalam menyembah tuhannya:
  1. Kata-kata keramat.
  1. Melantunkan mantra.
  1. Penggunaan Mandala.
J.       Ibadah Harian
Lima ibadah harian hinduisme:
1.      Yoga.
2.      Menghormati dan memuja dewa pujaan keluarga.
3.      Menghormati anggota keluarga yang lebih tua dan para leluhur dengan sepenuh hati.
4.      Bersikap ramah tamah kepada orang lain.
5.      Menghargai sesama makhluk hidup.
K.    Ritual Agama
Ada duamacam ritual Hindu yang lazimdikalangan Hindu masa kini:
  1. Vedis
Pada pokoknya meliputi kurban-kurban kepada para dewa, suatu upacara kurban berupa melakukan persembahan , seperti mentega cair, bulir-bulir padi, sari buah soma dan dalam kesempatan tertentu juga binatang, kepada suatu dewata.
  1. Ritual Agamis
Memusatkanperhatianpadapenyembahanpujaanpujaanpelaksanaanpuasasertapestapesta yang temasukbagian agama hindu yang merakyat. Barangpujaan, hanyamerupakantandauntukmakhluktertinggimelambangkan yang ilahi.  Orang Hindu tidakmemandangpujaansebagaipenyerapanseluruhkeberadaanTuhan. MerekamemandanggambaranitusebagaisuatulambanguntukTuhan, danbahkanketikamenyembahalam, merekamelihatmanifestasidarikekuatan yang Ilahi di dalamnya.
L.     Upacara Keagamaan
Ada 3 Upacara keagamaan :
1.      Upacarakelahiran,
2.      Upacarapernikahan,
3.      dankematian .
Dalam agama Hindu, upacara bagi "siklus kehidupan" meliputi Annaprashan (ketika bayi dapat memakan makanan yang keras untuk pertama kalinya), Upanayanam (pelantikan anak-anak kasta menengah ke atas saat mulai menempuh pendidikan formal), dan Śrāddha (upacara menjamu orang-orang dengan makanan karena bersedia melantunkan doa-doa kepada "Tuhan" agar jiwa mendiang mendapatkan kedamaian).Untuk perihal kematian, kremasi merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh kerabat mendiang, kecuali bila mendiang adalah sanyasin, hijra, atau anak di bawah lima tahun. Biasanya, kremasidilakukandenganmembungkusjenazahdenganpakaianterlebihdahulu, lalumembakarnyadenganapiunggun.
M.   Perayaan Agama Hindu
Hiduismemerupakan Agama yang mempunyaibanyakperayaanmeskipunsebagianbesardirayakansecaralokal. Perayaandipandangsebagaiusahauntukmemberikanjaminanterhadapkelanggengantradisi Hindu danmembantuanak-anakuntukmengetahui Dewa-Dewi. Perayaankeagamaan Hindu dapatdibagimenjadi 3 kelompok:
  1. Perayaanmenurutpenanggalan Hindu, yakni Divali, Dassehra, Saraswati, Holi
  1. Holi
  1. Perayaan yang berhubungandenganmusimbercocoktanam, yakni navaratri dan kumbh mela.
  1. Mela


N.    KonsepSurga Dan NerakaDalam Agama Hindu
Dalam Agama Hindu, Orang-orang yang rajinberibadah sertaberbuatbaikdalamhidupnya di duniaininantisetelahmatiakanmendapatsurga. Sebaliknya, orang-orang yang mengabaikanibadahdanberbuatburuk di duniainikelaksetelahmatiakanmasukneraka.
Surga, mendengar kata ini membayangkan kita bahwa jikalau masuk surga maka hidup kita akan tentram dan bahagia, tetapi di dalam konsep Hindu tujuan umat beragama Hindu bukanlah surga, melainkan Moksha. Melalui swadharmaning agama kita bisa mencapai tujuan. Diibaratkan agama itu adalah sebuah perahu yang mengantarkan pedagang untuk menebrangi lautan dan ke tempat tujuannya (sarasamucchaya-14). sama halnya dengan agama, agama adalah sarana transportasi menuju tujuan kita Mokshartham Jagathita Ya Ca iti  Dharma.
Banyak umat Hindu beranggapan bahwa di dalam ajaran Hindu tidak ada dan tidak dikenal konsep mengenai Sorga dan Neraka mengingat dalam konsep Panca Shrada (lima keyakinan) umat hindu mempercayai adanya Purnabawa (Reingkarnasi).
Sorga dan Neraka dalam pandangan Hindu amat jarang diperbincangkan, karena agama Hindu kerap hanya dipahami meyakini hukum kharmaphala dan mempercayai Reinkarnasi atau kehidupan kembali setelah kematian, sehingga banyak orang meyakini bahwa Hindu tidak mengenal Sorga dan Neraka.
O.    Surga dan Neraka Dalam Perspektif Hindu
Dalamkitabsuci Hindu dikatakanbahwaSorgamerupakanpersinggahansementara. Bahkan, menurut Swami Dayananda Saraswati, Sorgaadalahpengalamanliburan. Bagawad Gita dalamhalinimengatakan:”setelahmenikmatiSorga yang luas ,merekakembalikedunia. Sorgaadalahkesenangansementara, sedangkankebahagiaan yang sejatiadalah Moksha, bersatunya Atman (Jiwa) dengan Brahman (Sang Pencipta)
Sebuahargumenmengatakan, apabilahasil yang diterimasetiap orang samaentahitubaikatupuntidakdanmendapatimbalan yang samalantasapa yang mendasari orang untukselaluberbuatbaik, berbuatberdasarkan Dharma. Nerakadalampandangan agama Hindu digambarkansebagaisuatutempat yang terletakjauh di dalambumi. Iaadalahtempatpenyiksaan yang sangatmengerikanberbentukkawahapi yang panasnyaberibu kali lipatdaripanasapi di dunia. Roh- roh yang banyakmelakukandosa di duniaakanmengalamipenyiksaanditusukdengantombakdandipukulidenganpalugodam.

P.     Pandangan Agama Hindu Terhadap Pluralisme Agama
Secara konsepsional pandangan Hindu mengenai pluralitas dan kerukunan merupakan suatu situasi yang terjadi atas sinergitas berbagai unsur, relasi, dan apresiasi yang baik antar elemen bahkan di kalangan intern Hindu sendiri. Hindu menyadari betapa pluralitas tidak bisa dihindarkan dari kehidupan. Karena disadari bahwa setiap makhluk, setiap manusia membawa pluralitasnya masing-masing. Oleh sebab itu dalam kajian sosiologis, manusia juga disebut sebagai individu, karena setiap manusia memiliki karakteristik unik yang tidak sama sekali dimiliki orang lainnya. Manusia sungguh berbeda dengan manusia lainnya. Secara eksistensial, akar keragaman itu karena manusia memiliki keterbatasan dalam dirinya seperti keterbatasan panca indera, akal & bahasa. Secara religius keragaman itu disebabkan oleh guna (pengetahuan & skill) dan karma (perbuatan).  Beranjak dari fenomena ini, Hindu menghargai dan menghormati pluralitas dalam konteks berkeyakinan atau beragama dan ini merupakan situasi yang logis dan manusiawi. Karena setiap individu memiliki pengetahuan dan penghayatan yang beragam terhadap Sang Pencipta.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar