Agama Hindu
Oleh :
Maria Ulfa
Universitas Negeri Jakarta
A.
Asal Kata Hindu
·
Awal mula kata
Hindu adalah Sanatanadharma kemudian berubah menjadi kata hindu yang berakar dari
kata sindhu (bahasa sanskerta), hal ini di karenakan sungai sindhu yang berada
di india selatan sangat kental dengan ajaran Wedha .
·
Kata shindu
berawal dari hindu dalam reg weda, bangsa Arya menyebut wilayah mereka sebagai
sapta sindhu (wilayah dengan tujuh sungai di barat daya anak benua india, yang
salah satu sungai tersebut bernama sungai indus).
·
Pada awalnya
kata hindu merujuk pada masyarakat yang hidup di wilayah sungai sindhu. Sindhu
artinyagelombangbesardankemudianberubahmenjadihindu yang menurutbahasasanshekerta,
hinartinyahimsya (membunuhataukekerasan) sedangkan du artinyamenjauhi.
Jadimenurutistilahhinduadalahmenjauhikekerasanataupembunuhan
B.
Sejarah
·
Hinduisme
muncul sekitar abad 1800 SM di India, tetapi dasar berdirinya tidak pasti.
Riwayat yang diketahui paling dini terdapatpada peradaban Lembah Sungai Indus.
·
Agama Hindu
agama yang berasal dari anak benua India. Agama ini merupakan lanjutan dari
Agama Weda (Brahmanisme) yang merupakan kepercayaan dari Indo-Iran (Arya).
·
Agama Hindu
merupakan agama Tuhan yang di sampaikan kepada maha Rsi (para penerima wahyu)
·
Dalamsejarah
agama Hindu di bagimenjadi 3 periode :
- Perkembangan Agama Hindu di India pada Zaman Veda (6500 – 2000 SM)
- Perkembangan Agama Hindu di India pada Zaman Brahmana (2000 – 1500 SM)
- Perkembangan Agama Hindu di India pada Zaman Unpanisad (1500 – 500 SM)
C.
Sejarah
Masuknya Agama Hindu Ke Indonesia
Agama Hindu masuk ke Indonesia diperkirakan pada awal Tarikh
Masehi, dibawa oleh para musafir dari Imdia antara lain: Resi Agastya yang di
Jawa terkenal dengan sebutan Batara Guru atau Dwipayana dan juga para Musafir
dari Tiongkok yakni musafir Budha Pahyien. Kedua tokoh besar ini mengadakan
perjalanan keliling Nusantara menyebarkan Dharma.
Agama Hindu di Indonesia dipraktikan oleh 3% dari total populasi
Indonesia, dengan 83,46% di Bali dan 37% di Sulawesi Tengah menurut Sensus
Penduduk Indonesia 2010. Setiap warga negara Indonesia wajib menjadi anggota
terdaftar dari salah satu komunitas agama yang diakui pemerintah Indonesia
(Islam, Protestan, Katolik, Budha, Hindu dan Konghucu). Penduduk asli Kepulauan
Nusantara mempraktikan agama asli animisme dan dinamisme, keyakinan yang umum
bagi orang-orang Austronesia. Pribumi Nusantara menghormati dan memuja roh
leluhur, mereka juga meyakini bahwa sukma dapat menghuni tempat-tempat tertentu
seperti pohon-pohon besar, batu, hutan, pegunungan, atau tempat suci. Entitas
tak terlihat yang memiliki kekuatan supernatural ini diidentifikasikan oleh
suku Jawa tradisional dan suku Bali sebagai “hyang” serta oleh suku Dayak
sebagai “sangiang” yang dapat berarti “ilahi” atau “leluhur”. Dalam bahasa
Indonesia modern, “hyang” cenderung dikaitkan dengan Tuhan, terlebih setelah
era Orde Baru.
Pengaruh agama Hindu mencapai Kepulauan Nusantara sejak abad
pertama. Ada beberapa teori tentang bagaimana Hindu mencapai Nusantara. Teori
Vaishya adalah bahwa perkawinan terjadi antara pedagang Hindustan dan penduduk
asli Nusantara. Teori lain (Kshatriya) berpendapat bahwa para prajurit yang
kalah perang dari Hindustan menemukan tempat pelipur lara di Nusantara. Ketiga,
teori para Brahman mengambil sudut pandang yang lebih tradisional, bahwa
misionalis menyebarkan agama Hindu ke
pulau-pulau di Nusantara. Terakhir, teori oleh nasionalis (Bhumiputra) bahwa
para pribumi Nusantara memilih sendiri kepercayaan tersebut setelah perjalanan
ke Hindustan. Pada abad ke-4, kerajaan Kutai di Kalimantan Timur, Tarumanagara
di Jawa Barat, Kalingga di Jawa Tengaah, termasuk diantara Kerajaan Hindu awal
yang didirikan di wilayah Nusantara.
D.
Sistem Kasta
Menuruttradisi Hindu, ada 4 warna yang
diciptakanoleh Brahman, yang mempunyaikuasauntukmenciptakanmanusiapertama,
Perusha. Akhirnya, Perushadikurbankandandiambilahempatwarnadaritubuhnya:
v WarnaTertinggi (Putih) – Kasta Brahmana –
berasaldarimulutPerusha. Yang termasukKasta Brahmana adalah para pendeta agama
Hindu
v WarnaKedua (Merah) – KastaKsatria –
berasaldarilenganPerusha. Kastainitelahmembentuk para prajuritdanPenguasa
India.
v WarnaKetiga (Kuning) – KastaWaisya –
berasaldaripahaPerushadanmembentukpusat-pusatkehidupanekonomidansosialnegara,
sepertipetanidanpebisnis.
v WarnaKeempat (Hitam) – Kasta Sudra –
Berasaldari Kaki Perusha, yang melayanibagianbadan yang lain. Kastainimembentuk
para Pekerja, yang memberikanpelayanandasarkepada orang lain
E.
Kitab Suci
Kitab Suci Agama Hindu dibagi menjadi 2 bagian, yaitu kitab-kitab Shrutidan
Smriti.
·
Shruti
Berisi pujian-pujian kuno dari kitab Veda, 1028 puisi dari kitab
Rig Veda, dan 120 percakapan antara guru dan murid dari kitab Upanishad (bag.
Terakhir dari kitab veda).
·
Smriti
Adalah kitab2 tentang asal usul manusia. Didalamnya memuat kitab
“ramayana” yang berisi 48.000 baris puisi, dan kitab mahabrata yang berisi
puisi dalam 100.000 ayat.
WedaSmirtimerupakantafsirdariWedaShurti, di
susundenganmaksudmempermudahmempelajarinya, terdiridariduakelompokyaitu :
v Wedanga
v Upaweda
F.
Ajaran Pokok
Agama Hindu
Ajaranpokok agama hindu di bagikedalam 5
bagian yang disebutPancaSradhayaitu :
1.
PercayakepadaTuhan
yang Esa (Brahman/HyangWidhi)
2.
Percayaadanya
Atman
3.
Percayaadanyahukum
karma phala
4.
PercayaadanyaPunarbhawa
(reinkarnasi/samsara)
5.
Percayaadanyamoksa
G.
Jalan
Keselamatan
Ada Empatjalanreligiusataucarauntukmenemukankeselamatanpribadi.
Terserahpadasetiap orang untukmemilihjalan yang mana yang iaambil,
meskipunbeberapadiantaranyalebihsulitdaripada yang lain.
Keempat jalan untuk keselamatan pribadi di dalam Hindu adalah
sarana yang dapat di gunakan oleh orang untuk menemukan pembebasan akhir dari
lingkaran lahir, hidup, dan mati yang tampaknya tak ada habisnya:
1.
Jalan Bhakti
2.
Jalan Karma
3.
JalanJnana
4.
Jalan Yoga
H.
Konsep Tentang
Tuhan
·
Konsep
Monoteisme
Didalam Hinduisme hanya ada satu tuhan yang dipuja yang disebut
dengan “Brahman”, yang menggunakan banyak wujud yang dapat dilihat. Untuk
lebih mengenal karakter Brahman, hinduisme merefleksikannya dalam bentuk dewa
dewi.
Brahman mempunyai tiga sifat utama yang dikenal dengan istilah
trimurti – Brahma, Vishnu, dan Shiva.
Didalam hinduisme
terdapat beberapa avatar yang merupakan penjelmaan dari Vishnu yang turun
kedunia, diantaranya Krishna (Dewa sapi), Hanuman (Dewa monyet), Rama, dan
Ganesha (Dewa gajah).
·
Konseppanteisme
DalamUpanisad,
konseppanteismeterdapatdalampandanganbahwaTuhantidakmemilikiwujudtertentumaupuntempattertentu,
melainkanTuhanberadadanmenyatupadasetiapciptaan-Nya, danterdapatdalamsetiapbendaapapun.
KonseppanteismedisebutdenganistilahWyapiWyapaka.
UpanisadmenyebutkanbahwaTuhanmemenuhialamsemestatanpawujudtertentu,
tidakberada di surgaatauduniatertinggimelainkanadapadasetiapciptaan-Nya.
·
KonsepTotemisme
Konseptotemismeterdapatdalampengkultusansapi.
Sapidianggapbinatangsuci orang Hindu.
Terdapatlaranganmembunuhsapikarenasapiadalahibuseluruhdunia (Darmayasa,
2008:22).
Sapidikatakanibuseluruhduniakarenasapimampumenghidupiduniaini,
segala yang adadalamsapidalamdigunakan. SapijugawahanaataukendaraandewaSiwa
yang bernamaNandin.
I.
Cara Menyembah
Tuhan
Hinduisme memberikan tiga cara dalam menyembah tuhannya:
- Kata-kata keramat.
- Melantunkan mantra.
- Penggunaan Mandala.
J.
Ibadah Harian
Lima ibadah harian hinduisme:
1.
Yoga.
2.
Menghormati dan
memuja dewa pujaan keluarga.
3.
Menghormati
anggota keluarga yang lebih tua dan para leluhur dengan sepenuh hati.
4.
Bersikap ramah
tamah kepada orang lain.
5.
Menghargai
sesama makhluk hidup.
K.
Ritual Agama
Ada duamacam ritual Hindu yang
lazimdikalangan Hindu masa kini:
- Vedis
Pada pokoknya meliputi kurban-kurban kepada para dewa, suatu
upacara kurban berupa melakukan persembahan , seperti mentega cair, bulir-bulir
padi, sari buah soma dan dalam kesempatan tertentu juga binatang, kepada suatu
dewata.
- Ritual Agamis
Memusatkanperhatianpadapenyembahanpujaanpujaanpelaksanaanpuasasertapestapesta
yang temasukbagian agama hindu yang merakyat. Barangpujaan,
hanyamerupakantandauntukmakhluktertinggimelambangkan yang ilahi. Orang Hindu tidakmemandangpujaansebagaipenyerapanseluruhkeberadaanTuhan.
MerekamemandanggambaranitusebagaisuatulambanguntukTuhan,
danbahkanketikamenyembahalam, merekamelihatmanifestasidarikekuatan yang Ilahi
di dalamnya.
L.
Upacara
Keagamaan
Ada 3 Upacara keagamaan :
1.
Upacarakelahiran,
2.
Upacarapernikahan,
3.
dankematian
.
Dalam agama Hindu, upacara bagi "siklus kehidupan"
meliputi Annaprashan
(ketika bayi dapat memakan makanan yang keras untuk pertama kalinya), Upanayanam
(pelantikan anak-anak kasta menengah ke atas saat mulai menempuh pendidikan
formal), dan Śrāddha (upacara
menjamu orang-orang dengan makanan karena bersedia melantunkan doa-doa kepada
"Tuhan" agar jiwa mendiang mendapatkan kedamaian).Untuk perihal
kematian, kremasi merupakan
kewajiban yang harus dilaksanakan oleh kerabat mendiang, kecuali bila mendiang
adalah sanyasin, hijra, atau anak di
bawah lima tahun. Biasanya,
kremasidilakukandenganmembungkusjenazahdenganpakaianterlebihdahulu,
lalumembakarnyadenganapiunggun.
M.
Perayaan Agama
Hindu
Hiduismemerupakan Agama yang
mempunyaibanyakperayaanmeskipunsebagianbesardirayakansecaralokal.
Perayaandipandangsebagaiusahauntukmemberikanjaminanterhadapkelanggengantradisi
Hindu danmembantuanak-anakuntukmengetahui Dewa-Dewi. Perayaankeagamaan Hindu dapatdibagimenjadi
3 kelompok:
- Perayaanmenurutpenanggalan Hindu, yakni Divali, Dassehra, Saraswati, Holi
- Holi
- Perayaan yang berhubungandenganmusimbercocoktanam, yakni navaratri dan kumbh mela.
- Mela
N.
KonsepSurga Dan NerakaDalam Agama Hindu
Dalam Agama Hindu, Orang-orang yang
rajinberibadah sertaberbuatbaikdalamhidupnya di
duniaininantisetelahmatiakanmendapatsurga. Sebaliknya, orang-orang yang
mengabaikanibadahdanberbuatburuk di duniainikelaksetelahmatiakanmasukneraka.
Surga, mendengar kata ini membayangkan kita bahwa jikalau masuk
surga maka hidup kita akan tentram dan bahagia, tetapi di dalam konsep Hindu
tujuan umat beragama Hindu bukanlah surga, melainkan Moksha. Melalui
swadharmaning agama kita bisa mencapai tujuan. Diibaratkan agama itu adalah
sebuah perahu yang mengantarkan pedagang untuk menebrangi lautan dan ke tempat
tujuannya (sarasamucchaya-14). sama halnya dengan agama, agama adalah sarana
transportasi menuju tujuan kita Mokshartham Jagathita Ya Ca iti Dharma.
Banyak umat Hindu beranggapan bahwa di dalam ajaran Hindu tidak ada
dan tidak dikenal konsep mengenai Sorga dan Neraka mengingat dalam konsep Panca
Shrada (lima keyakinan) umat hindu mempercayai adanya Purnabawa (Reingkarnasi).
Sorga dan Neraka dalam pandangan Hindu amat jarang diperbincangkan, karena agama Hindu kerap hanya dipahami meyakini hukum kharmaphala dan mempercayai Reinkarnasi atau kehidupan kembali setelah kematian, sehingga banyak orang meyakini bahwa Hindu tidak mengenal Sorga dan Neraka.
Sorga dan Neraka dalam pandangan Hindu amat jarang diperbincangkan, karena agama Hindu kerap hanya dipahami meyakini hukum kharmaphala dan mempercayai Reinkarnasi atau kehidupan kembali setelah kematian, sehingga banyak orang meyakini bahwa Hindu tidak mengenal Sorga dan Neraka.
O.
Surga dan
Neraka Dalam Perspektif Hindu
Dalamkitabsuci Hindu dikatakanbahwaSorgamerupakanpersinggahansementara.
Bahkan, menurut Swami Dayananda Saraswati, Sorgaadalahpengalamanliburan.
Bagawad Gita dalamhalinimengatakan:”setelahmenikmatiSorga yang luas
,merekakembalikedunia. Sorgaadalahkesenangansementara, sedangkankebahagiaan yang
sejatiadalah Moksha, bersatunya Atman (Jiwa) dengan Brahman (Sang Pencipta)
Sebuahargumenmengatakan, apabilahasil yang diterimasetiap orang
samaentahitubaikatupuntidakdanmendapatimbalan yang samalantasapa yang mendasari
orang untukselaluberbuatbaik, berbuatberdasarkan Dharma. Nerakadalampandangan
agama Hindu digambarkansebagaisuatutempat yang terletakjauh di dalambumi.
Iaadalahtempatpenyiksaan yang sangatmengerikanberbentukkawahapi yang
panasnyaberibu kali lipatdaripanasapi di dunia. Roh- roh yang banyakmelakukandosa di
duniaakanmengalamipenyiksaanditusukdengantombakdandipukulidenganpalugodam.
P.
Pandangan Agama
Hindu Terhadap Pluralisme Agama
Secara konsepsional pandangan Hindu mengenai pluralitas dan
kerukunan merupakan suatu situasi yang terjadi atas sinergitas berbagai unsur,
relasi, dan apresiasi yang baik antar elemen bahkan di kalangan intern Hindu
sendiri. Hindu menyadari betapa pluralitas tidak bisa dihindarkan dari
kehidupan. Karena disadari bahwa setiap makhluk, setiap manusia membawa
pluralitasnya masing-masing. Oleh sebab itu dalam kajian sosiologis, manusia
juga disebut sebagai individu, karena setiap manusia memiliki karakteristik unik
yang tidak sama sekali dimiliki orang lainnya. Manusia sungguh berbeda dengan
manusia lainnya. Secara eksistensial, akar keragaman itu karena manusia
memiliki keterbatasan dalam dirinya seperti keterbatasan panca indera, akal
& bahasa. Secara religius keragaman itu disebabkan oleh guna (pengetahuan
& skill) dan karma (perbuatan).
Beranjak dari fenomena ini, Hindu menghargai dan menghormati pluralitas
dalam konteks berkeyakinan atau beragama dan ini merupakan situasi yang logis
dan manusiawi. Karena setiap individu memiliki pengetahuan dan penghayatan yang
beragam terhadap Sang Pencipta.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar