Senin, 30 Mei 2016

Agama Konghuchu


GAMA KONGHUCU

Disusun Oleh :
Maria Ulfa
Ilmu Agama Islam
Universitas Negeri Jakarta 


A.    Asal kata kong Hu Chu

Awalnya ajaran konghucu bernama Ru Jiao ata Ji kauw (5000 SM) masa dinasti cina kuno. Ru = lembut hati / terpelajar. Jiao = Agama Yakni Agama yang mengajarkan kelembutan/ bagi kaum terpelajar.

Kemudian datanglah nabi Khongcu (Kongzi/Kong Fuzi) sebagai penyempurna, penerus dan pembaharu, yang kemudian nama Ru Jiao diganti dengan nama Khong hu cu  diambil dari nama Sang Nabi Khongcu (Kongzi/Kong Fuzi) yang lahir pada tanggal 27 bulan 8 tahun 551 SM di negeri Lu (kini jasirah Shandong).

B.     Sejarah Agama Kong Hu Chu

1.      Sejarah secara filosofis

Agama ru jiao / konghucu awalnya bukanlah sebuah agama, hanya paham filsafat yang memfokuskan kepada pandangan dunia fisafat negara yang berdasarkan etika keagamaan. Kemudian paham ini semakin meluas karena kong fu tse sebagai penasehat negara mengemukakan pendapat-pendapatnya kepada para pembesar/raja-raja, dengan demikian faham ini berubah menjadi Agama Negara pada masa Dinasti han (206-221 SM). Setelah faham ini menyebar luas dan dipakai sebagai pedoman dalam bernegara, maka lama kelamaan masyarakat menganut agama negara tersebut sehingga menjadi agama masyarakat.

2.      Sejarah berdasarkan wahyu

Sejarah berdasarkan wahyu yang kemudian mendatangkan nabi-nabi dimulai sejak tahu 2952 – 2836 SM, diantaranya nabi-nabi yang menerima wahyu yakni,  Fuxi Shen-nong (2838 – 2698 SM), Huang-di (2698 – 2596 SM), Yao (2357 – 2255 SM), Shun (2255 – 2205 SM), Da-yu (2205 – 2197 SM), Shang-tang (1766 – 1122 SM),Wen, Wu Zhou-gong (1122 – 255 SM), sampai Nabi Agung Kongzi (551 – 479 SM) dan Mengzi (371 – 289 SM). Para nabi inilah peletak Ru jiao. Sedangkan Nabi Kongzi adalah penerus, pembaharu dan penyempurna. Maka Ru jiao juga disebut Kong jiao.



C.    Karier konghucu di Indonesia

Konghucu datang ke Indonesia dibawa oleh kebudayaan dhong zon yang berasal dari kawasan selatan tiongkok  (vietnam) dibawa oleh muhibah-muhibah cina, pedagang arab, india dll. Merekamendirikan kelenteng-kelenteng dan rumah abu sebagai tempat mereka menghormati roh-roh leluhur.

Dalam perkembangannya di Indonesia berawal dari Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (disingkat MATAKIN) adalah sebuah organisasi yang mengatur perkembangan agama Khonghucu di Indonesia.Organisasi ini didirikan pada tahun 1955. Pada tahun 1942, karena imbas perang dunia II dan masuknya bala tentara Jepang ke Indonesia, Khong Kauw Tjong Hwee yang dianggap anti-Jepang dibekukan.

Pada awal pemerintahan Orde Baru, tepatnya tanggal 23-27 Agustus 1967 telah diadakan Kongres MATAKIN ke-VI di mana Soeharto yang pada waktu itu sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia berkenan memberikan sambutan tertulis yang antara lain mengatakan bahwa, "Agama Konghutju mendapat tempat yang layak dalam negara kita jang berlandaskan Pantjasila ini”. Kemudian keluar Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 477/74054/ BA.01.2/ 4683/95 tanggal 18 November 1978 antara lain menyatakan bahwa agama yang diakui oleh pemerintah yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha mulailah keberadaan umat Khonghucu dipinggirkan. Dengan demikian agama konghucu mengubah nama – nama tempat peribadatan seperti kelenteng menjadi vihara (tempat ibadah agama budha) dan mengubah warna tempat ibadah, dll. semua itu dilkakukan agar tetap bisa beribadah dan tetap eksis berada di Indonesia

Pada Masa Reformasi KH. Abdurrahman Wahid menerbitkan keputusan presiden no. 6 Tahun 1967 tentang Agama, kepercayaan, dan adat istiadat Cina.Dalam Diktum menimbang, disebutkan bahwa selama ini pelaksanaan Intruksi presiden No.14 Tahun 1967 telah membatasi ruang geraknya dalam menyelenggaraan kegiatan keagamaan, kepercayaandan adat istiadat yang pada hakikatnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari HAM. Kemudian Gusdur melalui UU No. 1/Pn.Ps/1965 menyatakan bahwa Agama-Agama yang banyak pemeluknya di Indonesia antara lain Islam, Katolik,Hindu, Buddha dan Konghucu.

Dengan begitu kini agama konghucu dapat beribadah dengan bebas dan kembali beribadah dikelenteng bukan lagi vihara.

D.    Ajaran-Ajaran Pokok

8pengakuan iman : 1. Cheng xin huang tian 2. Cheng juen jie de 3. Chen li ming-ming 4. Cheng zhi gui shen 5. Cheng yang xiao shi 6. Cheng shun mu duo 7. Cheng qin jing shu 8. Cheng xing da dao.

5Sifat Kekalan : 1. Ren 2. Yi  3. Li 4. Zhi 5. Xin.

5Hubungan Sosial :1. Pimpinan & bawahan 2. Suami & Istri 3. Oratu & Anak 4. Kakak & Adik 5. Kawan & Sahabat

7Kebajikan :1. Xiao 2. Ti 3. Zhong 4. Xin 5. Li 6.Yi 7. Lian

E.     Kitab Suci

Kitab suci terbagi 2:

1.      Wu Jing (yang 5) : Shi Jing, Shu Jing, Yi Jing, Li Jung, dan Chung Qiujing

2.      Si Hu (yang 4) : Da Xue, Zhong Yong, Lun Yu, dan Meng Zi

·         Kitab Dasar: 1. I Jing 2. Shu Jing 3. Lie Jing 4. Chung Qiu Ching

·         Kitab Pokok : 1. Ga Xue 2. Zhong yong 3. Lun Yu 4. Meng Zi

F.     Ritual Ibadah

·         Ibadah : Tian, Mu Duo, Mengikuti ajaran nabi untuk enghormati malaikat dan orang suci, Mendoakan arwah leluhur.

·         Waktu Ibadah :Pagi dan Sore, Berdoa saat hati memanggil.

·         Cara Beribadah:min1 dupa utk tuhan, 3 dupa utk nabi, 2 dupa untuk arwah

·         Hari Besar:Imlek, Jing Tian Gong, Cap Gomeh, Pe Cun, Ceng Beng

·         Simbol Yin & Yang :Yin = Pasif dengan simbol Tanah & Gunung, Yang= Dinamis dengan simbol Air & Api

G.    Setelah kematian

Khonghucu tidak banyak berbicara banyak tentang hidup setelah mati, tetapi ia percaya akan keberadaan roh-roh, termasuk roh-roh yang berhubungan dengan keluarga, maka bagi keluarga anggotanya yang masih hidup harus mempersembahkan korban kepadanya. Menurut kepercayaan mereka, ibu-bapak yang telah meninggal tetap hidup berkelanjutan dan tetap mengawasi turunannya.“Layanan cinta kasih dan takzim kepada ibu-bapa sewaktu hidup. Dan berduka cita srta berkabung sewaktu mereka meninggal dunia: sekaliannya itu kewajiban asazi bagi yang hidup.” (SBE, 3 : 488).

H.    Toleransi Agama Konghucu

·         Ren/Jin, cintakasih, tabudiri, halusbudipekerti, rasa tenggang rasa sertadapatmenyelamiperasaan orang lain.

·         I/Gi, yaitu rasa solidaritas, senasibsepenanggungandan rasa membelakebenaran.

·         Li atau Lee, yaitusikapsopansantun, tatakrama, danbudipekerti.

·         Ce atauTi, yaitusikapbijaksana, rasa pengertian, dankearifan.

·         Sin, yaitukepercayaan, rasa untukdapatdipercayaoleh orang lain sertadapatmemegangjanjidanmenepatinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar