GAMA KONGHUCU
Disusun Oleh :
Maria Ulfa
Ilmu Agama Islam
Universitas Negeri Jakarta
A.
Asal kata kong
Hu Chu
Awalnya ajaran konghucu bernama Ru
Jiao ata Ji kauw (5000 SM) masa dinasti cina kuno. Ru = lembut hati /
terpelajar. Jiao = Agama Yakni Agama yang mengajarkan kelembutan/ bagi kaum
terpelajar.
Kemudian datanglah nabi Khongcu
(Kongzi/Kong Fuzi) sebagai penyempurna, penerus dan pembaharu, yang kemudian
nama Ru Jiao diganti dengan nama Khong hu cu
diambil dari nama Sang Nabi Khongcu (Kongzi/Kong Fuzi) yang lahir pada
tanggal 27 bulan 8 tahun 551 SM di negeri Lu (kini jasirah Shandong).
B.
Sejarah Agama
Kong Hu Chu
1.
Sejarah secara
filosofis
Agama ru jiao / konghucu awalnya
bukanlah sebuah agama, hanya paham filsafat yang memfokuskan kepada pandangan
dunia fisafat negara yang berdasarkan etika keagamaan. Kemudian paham ini
semakin meluas karena kong fu tse sebagai penasehat negara mengemukakan
pendapat-pendapatnya kepada para pembesar/raja-raja, dengan demikian faham ini
berubah menjadi Agama Negara pada masa Dinasti han (206-221 SM). Setelah faham
ini menyebar luas dan dipakai sebagai pedoman dalam bernegara, maka lama
kelamaan masyarakat menganut agama negara tersebut sehingga menjadi agama
masyarakat.
2.
Sejarah
berdasarkan wahyu
Sejarah berdasarkan wahyu yang kemudian mendatangkan nabi-nabi
dimulai sejak tahu 2952 – 2836 SM, diantaranya nabi-nabi yang menerima wahyu
yakni, Fuxi Shen-nong (2838 – 2698 SM),
Huang-di (2698 – 2596 SM), Yao (2357 – 2255 SM), Shun (2255 – 2205 SM), Da-yu
(2205 – 2197 SM), Shang-tang (1766 – 1122 SM),Wen, Wu Zhou-gong (1122 – 255
SM), sampai Nabi Agung Kongzi (551 – 479 SM) dan Mengzi (371 – 289 SM). Para
nabi inilah peletak Ru jiao. Sedangkan Nabi Kongzi adalah penerus, pembaharu
dan penyempurna. Maka Ru jiao juga disebut Kong jiao.
C.
Karier konghucu
di Indonesia
Konghucu datang ke Indonesia dibawa
oleh kebudayaan dhong zon yang berasal dari kawasan selatan tiongkok (vietnam) dibawa oleh muhibah-muhibah cina,
pedagang arab, india dll. Merekamendirikan kelenteng-kelenteng dan rumah abu
sebagai tempat mereka menghormati roh-roh leluhur.
Dalam perkembangannya di Indonesia berawal dari Majelis Tinggi
Agama Khonghucu Indonesia (disingkat MATAKIN) adalah sebuah organisasi yang
mengatur perkembangan agama Khonghucu di Indonesia.Organisasi ini didirikan pada tahun 1955. Pada tahun
1942, karena imbas perang dunia II dan masuknya bala tentara Jepang ke
Indonesia, Khong Kauw Tjong Hwee yang dianggap anti-Jepang dibekukan.
Pada awal pemerintahan Orde Baru, tepatnya tanggal 23-27 Agustus
1967 telah diadakan Kongres MATAKIN ke-VI di mana Soeharto yang pada waktu itu
sebagai Pejabat Presiden Republik Indonesia berkenan memberikan sambutan
tertulis yang antara lain mengatakan bahwa, "Agama Konghutju mendapat
tempat yang layak dalam negara kita jang berlandaskan Pantjasila ini”. Kemudian
keluar Surat Edaran Menteri Dalam Negeri No. 477/74054/ BA.01.2/ 4683/95
tanggal 18 November 1978 antara lain menyatakan bahwa agama yang diakui oleh
pemerintah yaitu Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha mulailah keberadaan
umat Khonghucu dipinggirkan. Dengan demikian agama konghucu mengubah nama –
nama tempat peribadatan seperti kelenteng menjadi vihara (tempat ibadah agama
budha) dan mengubah warna tempat ibadah, dll. semua itu dilkakukan agar tetap bisa
beribadah dan tetap eksis berada di Indonesia
Pada Masa Reformasi KH. Abdurrahman
Wahid menerbitkan keputusan presiden no. 6 Tahun 1967 tentang Agama,
kepercayaan, dan adat istiadat Cina.Dalam Diktum menimbang, disebutkan bahwa
selama ini pelaksanaan Intruksi presiden No.14 Tahun 1967 telah membatasi ruang
geraknya dalam menyelenggaraan kegiatan keagamaan, kepercayaandan adat istiadat
yang pada hakikatnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari HAM. Kemudian
Gusdur
melalui UU No. 1/Pn.Ps/1965 menyatakan bahwa Agama-Agama yang banyak pemeluknya
di Indonesia antara lain Islam, Katolik,Hindu, Buddha dan Konghucu.
Dengan begitu kini agama konghucu dapat beribadah dengan bebas dan
kembali beribadah dikelenteng bukan lagi vihara.
D.
Ajaran-Ajaran
Pokok
8pengakuan iman : 1. Cheng xin huang tian 2. Cheng juen jie de 3. Chen li
ming-ming 4. Cheng zhi gui shen 5. Cheng yang xiao shi 6. Cheng shun mu duo 7.
Cheng qin jing shu 8. Cheng xing da dao.
5Sifat Kekalan : 1. Ren 2. Yi 3. Li 4. Zhi
5. Xin.
5Hubungan Sosial :1. Pimpinan & bawahan 2. Suami & Istri 3. Oratu &
Anak 4. Kakak & Adik 5. Kawan & Sahabat
7Kebajikan :1. Xiao 2. Ti 3. Zhong 4. Xin 5. Li 6.Yi 7. Lian
E.
Kitab Suci
Kitab suci terbagi 2:
1.
Wu Jing (yang
5) : Shi Jing, Shu Jing, Yi Jing, Li Jung, dan Chung Qiujing
2.
Si Hu (yang 4)
: Da Xue, Zhong Yong, Lun Yu, dan Meng Zi
·
Kitab Dasar: 1.
I Jing 2. Shu Jing 3. Lie Jing 4. Chung Qiu Ching
·
Kitab Pokok :
1. Ga Xue 2. Zhong yong 3. Lun Yu 4. Meng Zi
F.
Ritual Ibadah
·
Ibadah : Tian, Mu
Duo, Mengikuti ajaran nabi untuk enghormati malaikat dan orang suci, Mendoakan
arwah leluhur.
·
Waktu Ibadah
:Pagi dan Sore, Berdoa saat hati memanggil.
·
Cara Beribadah:min1
dupa utk tuhan, 3 dupa utk nabi, 2 dupa untuk arwah
·
Hari Besar:Imlek,
Jing Tian Gong, Cap Gomeh, Pe Cun, Ceng Beng
·
Simbol Yin
& Yang :Yin = Pasif dengan simbol Tanah & Gunung, Yang= Dinamis dengan
simbol Air & Api
G.
Setelah
kematian
Khonghucu tidak banyak berbicara
banyak tentang hidup setelah mati, tetapi ia percaya akan keberadaan roh-roh,
termasuk roh-roh yang berhubungan dengan keluarga, maka bagi keluarga
anggotanya yang masih hidup harus mempersembahkan korban kepadanya. Menurut
kepercayaan mereka, ibu-bapak yang telah meninggal tetap hidup berkelanjutan
dan tetap mengawasi turunannya.“Layanan cinta kasih dan takzim kepada ibu-bapa
sewaktu hidup. Dan berduka cita srta berkabung sewaktu mereka meninggal dunia:
sekaliannya itu kewajiban asazi bagi yang hidup.” (SBE, 3 : 488).
H.
Toleransi Agama
Konghucu
·
Ren/Jin,
cintakasih, tabudiri, halusbudipekerti, rasa tenggang rasa
sertadapatmenyelamiperasaan orang lain.
·
I/Gi, yaitu
rasa solidaritas, senasibsepenanggungandan rasa membelakebenaran.
·
Li atau Lee,
yaitusikapsopansantun, tatakrama, danbudipekerti.
·
Ce atauTi,
yaitusikapbijaksana, rasa pengertian, dankearifan.
·
Sin,
yaitukepercayaan, rasa untukdapatdipercayaoleh orang lain
sertadapatmemegangjanjidanmenepatinya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar